Liputan6.com, Jakarta – Industri kendaraan listrik China kembali menunjukkan dominasinya di pasar global. Sepanjang Oktober 2025, ekspor mobil listrik dari Negeri Tirai Bambu dilaporkan mengalami lonjakan yang signifikan, bahkan sudah mendekati dua kali lipat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data terbaru yang diungkapkan oleh Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), total pengiriman kendaraan listrik mencapai 666.000 unit, meningkat 99,9 persen secara tahunan.
Angka ini telah menunjukkan bahwa China semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terbesar dalam penjualan EV di pasar internasional.
Dilansir carnewschina, peningkatan ini tidak hanya menggambarkan kekuatan produksi pabrikan China, tetapi juga permintaan yang terus meningkat dari berbagai negara, terutama pada kawasan Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.
Lonjakan ekspor tersebut turut dipengaruhi oleh kemampuan manufaktur China yang semakin efisien, baik dari segi biaya maupun teknologi baterai yang terus berkembang.
Pabrikan-pabrikan besar seperti BYD, SAIC, Chery, dan Geely terus memperluas jaringan ekspor mereka untuk menjangkau pasar baru.
Selain itu, adaptasi teknologi dan kemampuan produksi massal membuat kendaraan listrik buatan China semakin kompetitif di pasar global.
Dalam laporan yang sama, CPCA juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekspor ini berperan besar dalam menjaga stabilitas industri otomotif China di tengah persaingan global.
Pertumbuhan mendekati 100 persen tersebut menjadi bukti bahwa strategi ekspansi internasional yang dijalankan banyak produsen EV China berada di jalur yang tepat.
Dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik di seluruh dunia, momentum ini diperkirakan akan terus berlanjut menjelang akhir tahun.
Data ekspor yang menyentuh 666.000 unit ini pun menjadi pencapaian penting, sekaligus mengindikasikan bahwa pasar global kini semakin terbuka terhadap produk kendaraan listrik asal China.
Ekspor EV Tembus 666.000 Unit
Lonjakan ekspor ini menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang tahun 2025. CPCA mencatat total pengiriman EV mencapai 666.000 unit, sebuah angka yang memperlihatkan peningkatan tajam dibandingkan Oktober 2024.
Kenaikan ini disebabkan tingginya permintaan dari pasar luar negeri yang semakin membutuhkan kendaraan listrik berbiaya efisien dan berkualitas.
China terus memanfaatkan kapasitas manufaktur besar yang dimilikinya untuk memenuhi permintaan tersebut. Banyak negara kini menjadikan mobil listrik China sebagai pilihan utama karena harga kompetitif dan fitur yang terus diperbarui. Hal ini memperkuat posisi China sebagai eksportir EV terbesar dunia.
Produsen Besar Jadi Motor Pertumbuhan
Menurut laporan CPCA, pabrikan besar seperti BYD, SAIC, Chery, dan Geely menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor EV.
Keempat produsen itu terus memperluas jaringan distribusi serta menghadirkan model-model baru yang mengikuti kebutuhan pasar global.
Selain itu, kemampuan produksi dalam skala besar membantu menekan biaya distribusi dan menjadikan mobil listrik China semakin terjangkau.
Kekuatan teknologi baterai yang efisien dan daya tahan tinggi juga turut meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk EV dari China.